Latihan Daya Tahan Kardiovaskuler
1. Lari 1.500 m dengan Fartlek
a. Pengertlan Fartlek
Sistem
latihan fartlek atau speed play diciptakan oleh Gotta Roamer dari
Swedia. Pengertian fartlek adalah suatu sistem latihan endurance yang
maksudnya adalah untuk membangun, mengembalikan atau memelihara kondisi
tubuh seseorang sehingga sangat baik bagi semua cabang olahraga terutama
cabang olahraga yang memerlukan daya tahan tubuh.
Fartlek
sebaiknya dilakukan di alam terbuka yang terdapat bukit-bukit semak
belukar, selokan-selokan untuk dilompati, tanah berpasir, tanah rumput,
tanah lembek, dan sebagainya, bukan di alam yang rata dan yang
pemandangannya membosankan.
b. Cara Melakukan Fartlek
Fartlek
biasanya dimulal dengan lari-lari lambat yang kemudian divariasi dengan
sprint-sprint pendek yang intensif dan dengan lari jarakmenengah dengan
kecepatan konstan yang cukup tinggi.
Variasi
tempo lari ini bisa dimainkan oleh atlet tergantung dari kondisi atlet
apablla terasa lelah boleh lari pelan-pelan bahkan boleh berjalan. Dan
setelah merasa kuat lagi bisa lari lagi atau sprint dan sebagainya.
Oleh karena itu, sistem latihan ini disebut dengan fartlek yang artinya
bermain-main dengan kecepatan.
c. Cara Melakukan Lari Jarak 1.500 m dengan Fartlek
1) Lari secara terus-menerus
Latihan
ini memperbaiki keadaan tetap atau keseimbangan antara pengeluaran
tenaga, pengambilan zat asam selama latihan berlangsung.
Latihan
ini dilakukan di atas tanah yang tidak bergelombang. Lari 5 sampai 20
km tanpa adanya penambahan kecepatan langkah secara tiba-tiba dan denyut
nadi tidak boleh lebih tinggi dari 150 per menit.
2) Lari dengan kecepatan dan jarak yang bervariasi
Latihan
ini memperlancar atau memperbaiki ketahanan organ-organ tubuh dan
bagian-bagian lain dari tubuh si pelari. Latihan sebaiknya di tanah
lapang yang sangat bervarlasi yaitu kira-kira 10-12 km dengan lari
lambat diutamakan. Walaupun demikian, lari-lari yang bervariasi
sebaiknya diperpanjang pada kecepatan yang sedang atau (200-600) m, lari
cepat (100-150) m, lari dipercepat (25-50) m, dan lari naik turun
(40-80) m, lari-lari dengan variasi yang berganti-ganti seperti
diselingi dengan jalan sewaktu-waktu.
2. Lari di bukit-bukit
Tujuan dari latihan ini adalah agar mendapatkan otot-otot yang kuat. Macam-macam lari di bukit-bukit:
a.
Lari jarak pendek 30-60 meter dan amat curam, dilakukan maksimal sampai
5 – 10 kali dengan istirahat cukup, ini berguna untuk memperbaiki
tenaga dan daya kecepatan.
b.
Lari jarak sedang 60-80 meter, tidak dilakukan di bukit yang terlalu
curam. Jarak pelari yang satu dengan yang lain cukup dekat. Latihan
dilakukan sebanyak 10-12 kali dan tanpa istirahat untuk pemulihan tenaga
secara sempurna, tetapi cukup memberikan tenaga kecepatan, dan daya
tahanan aerobik.
c. Lari jarak
panjang 100-150 meter, melalui lereng-lereng yang curam, jarak pelari
yang satu dengan yang lainnya berdekatan tetapi tanpa rasa ketegangan
yang berlebihan (15-20 kali), diselingi dengan istirahat yang pendek
tetapi aktif. Hal ini akan menambah daya tahan tubuh.
d.
Lari di seputar bukit 400-600 meter naik turun bukit. Untuk pelari
1.500 meter kecepatan sangat penting, tidak saja bagi atlet sprint
tetapi juga bagi pelari 400-600 meter, juga untuk pelari jarak 5.000
meter.
Latihan Daya Tahan Otot
1. Squats
Cara melakukan gerakan:
Meletakkan
beban di atas pundak di belakang kepala, kemudian lutut dibengkokkan,
tetapi pantat jangan sampai menyentuh tumit (half squats). Sebab jika
hal ini terjadi, akan mengakibatkan sakit pada pinggang atau cedera pada
tulang rawan lutut akibat menyangga beban yang terlalu berat.
Otot-otot yang terlatih, antara lain: otot paha legiuteus dan biceps
femoris nomiten dinoaus.
2. Rowing
Cara melakukan gerakan:
Badan
dibungkukkan hingga punggung sejajar dengan lantai. Kedua tangan
menghadap beban lurus ke bawah. Beban diangkat ke dada. Dahi dapat
diletakkan di atas meja. Otot-otot yang dilatih antara lain: otot bahu,
lengan (fleksor), punggung, deltold, pasterior, teres mayor, triceps,
dan biceps.
3. Triceps stretch
Cara melakukan gerakan:
Beban
dipegang di belakang kepala, kedua siku bengkok di samping telinga,
kemudian beban diangkat dengan cara meluruskan kedua lengan di atas.
Cara memegang beban dengan tangan menghadap ke bawah. Otot yang
terlatih adalah otot triceps.
4. Wrist roll
Cara melakukan gerakan:
Duduk
di bangku, lengan bawah diletakkan di atas paha dan telapak tangan
menghadap ke atas. Gelindingkan beban melalui ujung jari-jari ke
telapak tangan dengan membengkokkan pergelangan tangan ke atas. Latihan
ini memperkuat otot-otot jari, pergelangan tangan, lengan bawah, dan
lengan atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar